Mengapa banyak sekali demo menolak kenaikan BBM,yang berawal dari Rp
4500,- dan rencananya akan naik menjadi Rp 6000,- padahal untuk membeli
rokok yang harganya Rp 10000 per bungkus aja mampu, sebenarnya kenaikan
BBM atau Rokok tidak dapat di bandingkan seperti diatas yang selama ini
banyak beredar ungkapan seperti itu di berbagai sosial media, karena
untuk kenaikan harga BBM ini dampaknya sangatlah luas,mulai dari
meningkatnya harga bahan pangan hingga harga kebutuhan sehari hari,
sedangkan bila kenaikan harga rokok dampaknya tidak sebesar harga
kenaikan BBM, Saat ini banyak yang menentang soal kenaikan BBM, itu juga
disebabkan karena kurangnya transparansi pengeluaran anggaran keuangan
di pemerintah, bahkan bila subsidi BBM di cabut akan ada bantuan
langsung kepada masyarakat,nah dari kebijakan ini, apakah tidak semakin
memberikan celah untuk pihak pihak yang tidak bertanggung jawab
memanfaatkan kebijakan ini untuk keuntungan pribadi, Jadi sebab itu lah
masyarakat melakukan aksi penolakan tentang kenaikan BBM.
Mengenai kenaikan BBM pemerintah harusnya lebih cerdas dan berani, berapa pun harga minyak dunia kita tak perlu khawatir karena negara kita negara yang kaya akan SDA, banyak solusi yang bisa di tawarkan....seperti pajak perusahaan asing di indonesia, misalnya inco, freport dll hanya 2% padahal freport adalah perusahaan tambang emas terbesar di dunia, mereka mengambil emas kita dan hanya di kenakan pajak 2%, tidak usah banyak-banyak cukup pajaknya di naikkan jadi 25% maka itu bisa menutupi biaya subsidi BBM bahkan jika semua perusahaan asing di naikkan pajaknya maka bisa melebihi APBN indonesia per tahunnya.......
Mengenai kenaikan BBM pemerintah harusnya lebih cerdas dan berani, berapa pun harga minyak dunia kita tak perlu khawatir karena negara kita negara yang kaya akan SDA, banyak solusi yang bisa di tawarkan....seperti pajak perusahaan asing di indonesia, misalnya inco, freport dll hanya 2% padahal freport adalah perusahaan tambang emas terbesar di dunia, mereka mengambil emas kita dan hanya di kenakan pajak 2%, tidak usah banyak-banyak cukup pajaknya di naikkan jadi 25% maka itu bisa menutupi biaya subsidi BBM bahkan jika semua perusahaan asing di naikkan pajaknya maka bisa melebihi APBN indonesia per tahunnya.......
Ada 15 kilang minyak di indonesia tapi sebagian besar di kelolah oleh pihak asing walaupun pertamina sebagai distributor mereka tidak sanggup untuk mengelolah sendiri sehingga minyak mentah kita di beli dengan harga murah dan setelah menjadi bensin kita beli dengan harga mahal...!! itu salah satu contohnya.....
Dan seandainya pun pemerintah menaikkan BBM apakah pemerintah bisa mensubsidi perusahaan-perusahaan dalam negeri agar mereka tidak melakukan PHK bagi karyawannya, dengan menaikkan BBM pemerintah hanya menghemat APBN sebesar 50 Triliun, apakah uang segitu bisa di rasakan oleh rakyat ?...Apakah itu tidak akan di korupsi lagi ?...Apakah uang itu bisa mengsubsidi pupuk para petani, mengsubsidi kebutuhan nelayan ?....efeknya akan sangat terasa, banyak perusahaan yang akan memecat karyawannya karena biaya produksi naik, harga sembako melonjat, belum lagi inflasi yang akan naik, nilai tukar rupiah turun, misalnya saja dulu 3000 bisa membeli 1 liter beras, nanti setelah naik BBM uang 3000 hanya bisa membeli 1/3 liter saja, sehingga rakyat jadi makin susah dan semakin menderita !!!!.................buka mata hati kalian jangan percaya curhatan pemerintah kita yang tidak pro rakyat....
sumber : http://blog.ub.ac.id/artadian/2012/03/31/sebuah-opini-tentang-kenaikan-bbm/
sumber : http://blog.ub.ac.id/artadian/2012/03/31/sebuah-opini-tentang-kenaikan-bbm/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar